Hajidanumrah-Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin mengatakan, dalam Kamus Al Munjid, Syekh Nawawi itu ahli fiqih, Mazhab Sayafi’i, ahli tasawuf, unggul di bidang tafsir, yang lahir di Jawa, kemudian pindah ke Makkah, Arab Saudi.’’Dalam kamus tersebut, hanya dua orang Indonesia yang masuk. Satu, Bung Karno (Soekarno, presiden pertama), tokoh politik. Kedua, Syekh Nawawi,’’ tutur pria yang juga keluarga besar Syekh Nawawi Al-Bantani pada Peringatan Haul ke-133 Al Maghfurlah Syekh Nawawi Al-Bantani di Pesantren An-Nawawi, Tanara, Kabupaten Serang, Jumat (17/4/2026) malam.
Syekh Nawawi, lanjutnya, memang warisannya adalah ilmu. Warisan para nabi, ilmu. Warisan para ulama, ilmu. ’’Untuk meneruskan perjuangan Syekh Nawawi kita kembangkan ilmunya. Di sini, bikin pesantren. Bahkan sudah mendirikan perguruan tinggi. Awalnya Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih, karena Syekh Nawawi ahli fiqih, meski sebenarnya bukan fiqih saja. Sekarang bernama Universitas Syekh Nawawi Banten (USNB),’’ ucapnya seperti disiarkan Kanal YouTube Pondok Pesantren An-Nawawi, Tanara, Penata Official.
Dia pun berharap, dengan haul ini mendapatkan keberkahan dari Syekh Nawawi.’’Keberkahannya kepada kita semua, bangsa Indonesia. Dan kita bisa meneruskan perjuangannya dalam menjaga umat, mengembangkan umat, dan memberdayakan umat, supaya umat Islam menjadi umat yang kuat. Yang tidak hanya jadi penonton, tidak menjadi objek, tapi subjek, penentu arah perjuangan di masa yang akan datang,’’ terangnya.
Dia menjelaskan, peringatan haul kali ini memang digelar secara sederhana.’’Karena saat ini lagi serba sederhana. Efisiensi. Jadi semua serba efisien. Tapi maknanya, nilainya tidak kurang. Penting. Khususnya dalam rangka mengingatkan kita kepada ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Syekh Nawawi Al-Bantani agar kita berjalan di atas jalan Allah, berjalan fi manhajillah. Jangan sampai menyimpang dari jalan Allah,’’ ujarnya.





