Kaget, Pertamax Ini Naik Signifikan

oleh -41 Dilihat
ILUSTRASI: Tampak kendaraan mengisi pertamax di salah SPBU. (Foto: Pertamina)
banner 468x60

hajidanumrah.id-Abdullah, 49, mengaku merasakan betul kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax. Maklum saja, sudah lama kendaraan roda empat yang biasa dipakainya menggunakan menggunakan jenis tersebut.’’Kaget. Naiknya nggak kaleng-kaleng. Pertamax (RON 92) dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Sekitar Rp 4 ribu. Ini bukan penyesuaian, ganti harga. Tinggi sekali,’’ ujarnya di Tangerang Selatan, Kamis (11/6/2026).

Kenaikan tersebut, lanjutnya, biasanya membuat efek domino. Berdampak ke yang lainnya.’’Ini menambah beban hidup. Hidup kian mahal. Semoga bisa segera turun, karena dapat berimbas ke mana-mana. Bisa pada beralih ke pertalite. Belum lagi jika BBM subdisi pertalite nanti sulit didapat dibanding sebelumnya,’’ imbuh pria wiraswasta tersebut.

banner 336x280

 

Presiden Instruksikan Kenaikan Harga Avtur Tidak Dibebankan Jamaah

Kenaikan harga BBM nonsubsidi yang berlaku 10 Juni 2026 mengejutkan rakyat. Sebab, penyesuaian harga bahan bakar umumnya dilakukan awal bulan. Seperti diketahui, harga pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara pertamax green (RON 95) melonjak dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter. “Penyesuaian harga pertamax dan pertamax green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, melalui rilis resminya, Rabu (10/6/2026).

Keputusan tersebut, lanjutnya, dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator serta mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia. “Dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal. Kami memastikan pasokan pertamax dan pertamax green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina,” katanya.

Sedangkan BBM nonsubsidi jenis pertamax turbo tidak berubah dan tetap dijual Rp 20.750 per liter, sama seperti yang berlaku pada penyesuaian 1 Juni 2026. “Penyesuaian harga pertamax dan pertamax green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ucapnya.

Bos BGN Dadan; Dicopot Presiden, Ditahan Kejagung

Sementara itu, sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikan harga BBM Subsidi dan LPG subsidi hingga 31 Desember 2026 mendatang. Hal itu disampaikannya dalam sambutan di Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957, di Jakarta, Jumat (5/6/2026). “Saya mengulangi lagi bahwa urusan BBM subsidi, LPG subsidi, insyaallah doakan tidak akan kita naikkan sampai dengan 31 Desember,” jelasnya. (mth)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.