hajidanumrah.id-Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Banten KH Ahmad Yury Alam mengatakan, RMI PWNU Banten siap menjadi bagian dari proses penguatan pesantren melalui pengembangan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, digitalisasi, serta penguatan jejaring antarpesantren. ’’Pesantren tidak hanya memiliki peran dalam mencetak generasi yang memiliki pemahaman keagamaan. Tetapi juga harus mampu menjawab tantangan zaman melalui transformasi pendidikan dan penguatan kemandirian ekonomi,” ujarnya di sela-sela silaturahmi dengan para pengasuh pondok pesantren se- Tunjung Teja dan Petir di Pondok Pesantren Assanusiayah, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (8/9/2026).
Dia menjelaskan, silaturahmi dihadiri sejumlah pimpinan dan pengasuh pondok pesantren dari Tunjung Teja dan Petir. Dalam pertemuan tersebut, para pengasuh pesantren membahas sejumlah agenda strategis. Di antaranya persiapan Hari Santri Nasional serta rencana pelaksanaan program halaqah pesantren yang digagas Kementerian Agama dan akan dilaksanakan di beberapa lokasi di Banten.
Amalan Rutin Keluarga Pesantren Denanyar, Jombang
Silaturahim seperti ini, lanjutnya, penting untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi antar-pesantren. Khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi pesantren.’’Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pesantren, RMI PWNU Banten, dan berbagai pihak terkait dalam mewujudkan pesantren yang adaptif, mandiri, berdaya saing, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren,’’ katanya.
Salah satu isu yang akan menjadi perhatian dalam agenda halaqah pesantren, imbuhnya, adalah transformasi pendidikan pondok pesantren serta pemberdayaan ekonomi pesantren melalui ekoteologi.
Ikhtiar Bersama Memastikan Pesantren Jadi Tempat yang Aman dan Nyaman
Menurutnya, konsep tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pesantren saat ini, terutama dalam mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keilmuan, tetapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi pesantren.
’’Ekoteologi perlu kita terjemahkan menjadi gerakan nyata di pesantren. Nilai-nilai keagamaan harus dapat mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi yang memberikan manfaat bagi pesantren dan masyarakat,” terangnya.
Resep Berkembang Pesatnya Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto









