Amalan Rutin Keluarga Pesantren Denanyar, Jombang

oleh -57 Dilihat
PENGAJIAN: Tahlilan dan Doa Bersama Mengenang 100 Hari Wafatnya Margaret Aliyatul Maimunah di Jl Otista Raya, Ruko Prima Blok A No 32-33, Ciputat, Tangsel, Banten, Senin (8/6/2026) malam. (Foto: Mutho/hajidanumrah.id)
banner 468x60

hajidanumrah.id– Hasan Chabibi mengatakan, sesibuk apa pun, Margaret Aliyatul Maimunah atau Lia hampir tak pernah meninggalkan Shalat Tahajud.’’Saya dapat cerita dari istri. Itu bagian dari tradisi, wadhifah (amalan rutin) keluarga Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Pesantren Denanyar merupakan pesantren pertama perempuan. Pendidikannya dipegang oleh Dik Lia di IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) dan Fatayat NU. Dia menjaga wadhifah. Juga tak lepas dari dukungan dari suaminya, Pak Mas’ud,’’ kenangnya mewakili keluarga besar almarhumah saat Tahlilan dan Doa Bersama Mengenang 100 Hari Wafatnya Margaret Aliyatul Maimunah di kediaman Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tangerang Selatan (Tangsel) Abdullah Mas’ud, Ciputat, Tangsel, Banten, Senin (8/6/2026) malam.

Sedangkan Umar Wahid punya kenangan terhadap putri Muhammad Faruq yang sebelumnya menakhodai Pimpinan Pusat Fatayat NU itu. ’’Lia merupakan sosok yang cepat belajar beradaptasi dan mengenali lingkungan,’’ ujar adik kandung Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 1984 hingga 1999 dan juga presiden Indonesia keempat, itu yang hadir secara online di depan ratusan orang yang mengikuti pengajian.

banner 336x280

 

Wapres Ke-13: Momentum Halalbihalal sebagai Bahan Refleksi

Pria yang dikenal sebagai dokter spesialis paru itu juga menyampaikan, pertemuan denga Lia secara instens terjadi saat dirinya menjadi pimpinan di salah satu komisi DPR.’’Lia ketika itu sebagai tenaga ahli. Dia tumbuh kompeten, adaptif, dan moderat. Lia adalah generasi dari Kiai Bisri Syansuri (pendiri NU, yang juga cicit almarhumah). Dia cepat memperoleh isu dan informasi dan mempunyai jaringan luas. Dia juga bisa melihat mana anggota DPR yang kompeten mana yang tidak,’’ terangnya.

Dari Banten, Muslimat NU Bacakan Surat kepada PBB

Selain itu, lanjutnya, keponakannya tersebut mempunyai kemampuan dan keberanian untuk terus belajar dan maju NU.’’Sehingga mengantarkannya menjadi ketua umum Pimpinan Pusat Fatayat NU dan ketua KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia),’’ terangnya. (mth)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *