Doa Sai Perjalanan 1 hingga 7

oleh -74 Dilihat
ILUSTRASI: Tampak para jamaah melakukan sai. (Foto: Mutho/hajidanumrah)
banner 468x60

Perjalanan pertama dari Safa ke Marwah

Berikut doa yang dibaca ketika perjalanan pertama dari Safa ke Marwah:

banner 336x280

 

اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ. اَللّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللّهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ الْكَرِيْمِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. وَمِنَ الَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيْلًا. لَاإِلهَ إِلَّا اللّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاشَيْئَ قَبْلَهُ وَلَابَعْدَهُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لَايَمُوْتُ وَلَايَفُوْتُ أَبَدًا بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَإِلَيْهِ الْمَصِيْرُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Artinya: ’’Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar segala kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah yang Maha Agung dengan segala pujian-Nya yang tidak terhingga. Maha Suci Allah yang Maha Agung dengan pujian, yang Mulia di waktu pagi dan petang. Dan pada sebagian malam, bersujud dan bertasbihlah pada-Nya sepanjang malam. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa yang menepati janji-Nya, membela hamba-hamban-Nya, yang menghancurkan musuh-mush-Nya, dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya dan tidak ada sesuatu pu sesudah-Nya. Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia adalah Maha Hidup, kekal tiada mati dan tiada musnah (hilang) untuk selama-lamanya. Hanya di tangan-Nyalah terletak kebajikan dan kepada-Nyalah tempat kembali dan hanya Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.’’

Doa Tawaf

Doa yang dibaca saat di antara dua pilar atau lampu hijau:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرّْمْ وَتَجَاوَجْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالَانَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللّهُ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

 

Artinya:’’Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah, dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau ya Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah.’’

Dan ketika mendekati Bukit Marwah membaca:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِاللّهِ. فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلَاجُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللّهَ شَاكِرٌعَلِيْمٌ

 

Artinya: ’’Sesungguhnya Safa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau pun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui.’’

 

Perjalanan kedua dari Marwah ke Safa

Berikut doa yang dibaca ketika perjalanan kedua dari Marwah ke Safa:

اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ. لَاإِلهَ إِلَّااللّهُ الْوَاحِدُ الْفَرْدُ الصَّمَدُ الَّذِيْ لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلَاوَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيْكٌ فِيْ الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا.اَللّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ أُدْعُوْنِيْ اَسْتَجِبْ لَكُمْ دَعَوْنَاكَ رَبَّنَا كَمَاأَمَرْتَنَا فَاغْفِرْلَنَا كَمَا وَعَدْتَنَا إِنَّكَ لَاتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ. رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِيْ لِلْإِيْمَانِ أَنْ أَمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَأمَنَّا. رَبَّنَا فَاغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ. رَبَّنَا وَأتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَاتُخْلِفُ الْمِيْعَادَِ. رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. رَبَّنَا اغْفِِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ أمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Artinya:’’Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allahlah segala pujian. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tunggal dan tumpuan segala maksud dan hajat, yang tidak beristri dan tidak beranak, tidak bersekutu dalam kekuasaan. Tidak menjadi pelindung kehinaan. Agungkanlah Dia dengan segenap kebesaran. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam Qur’an-Mu: ’berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.’ Sekarang kami telah memohon kepada-Mu wahai Tuhan kami. Ampunilah kami seperti halnya Engkau telah janjikan kepada kami, sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu), ’berimanlah kamu kepada Tuhanmu’, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami beserta orang-orang baik. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantara rasul-rasul Engkau. Dan jangan Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. Ya Allah, hanya kepada Engkau kami bertawakal, dan hanya kepada Engkau tumpuan segala sesuatu dan kepada Engkaulah tempat kembali. Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa semua saudara kami seiman yang telah mendahului kami dan jangan Engkau jadikan kedengkian dalam kalbu kami terhadap mereka yang telah beriman. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang.’’

Doa yang dibaca saat di antara dua pilar atau lampu hijau:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرّْمْ وَتَجَاوَجْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالَانَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللّهُ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

 

Artinya:’’Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah, dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau ya Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah.’’

Dan ketika mendekati Bukit Safa membaca:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِاللّهِ. فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلَاجُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللّهَ شَاكِرٌعَلِيْمٌ

 

Artinya: ’’Sesungguhnya Safa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau pun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui.’’

Doa Tawaf Putaran Pertama hingga Ketujuh

Perjalanan ketiga dari Safa ke Marwah

Berikut doa yang dibaca ketika perjalanan ketiga dari Safa ke Marwah:

اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ. رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْلَنَا إِنَّكَ عَلى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ عَاجِلَهُ وَأجِلَهُ وَأسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِيْ وَأَسْئَلُكَ رَحْمَتَكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya:’’Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allah semua pujian. Ya Allah, sempurnakanlah cahaya terang bagi kami, ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu segala kebaikan yang sekarang dan masa yang akan datang dan aku mohon ampunan pada-Mu akan dosaku serta aku mohon pada-Mu rahmat-Mu wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.’’

Doa yang dibaca saat di antara dua pilar atau lampu hijau:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرّْمْ وَتَجَاوَجْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالَانَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللّهُ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

 

Artinya:’’Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah, dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau ya Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah.’’

Dan ketika mendekati Bukit Marwah membaca:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِاللّهِ. فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلَاجُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللّهَ شَاكِرٌعَلِيْمٌ

 

Artinya: ’’Sesungguhnya Safa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau pun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui.’’

 

Perjalanan keempat dari Marwah ke Safa

Berikut doa yang dibaca ketika perjalanan keempat dari Marwah ke Safa:

اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ. اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ مِنْ خََيْرِ مَاتَعْلَمُ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ مَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ. لَاإِلهَ إِلَّا اللّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّهِ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ. اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ كَمَا هَدَيْتَنِيْ لِلْإِسْلَامِ أَنْ لَاتَنْزِعَهُ مِنِّيْ حَتَّى تَتَوَفَّنِيْ وَأَنَا مُسْلِمٌ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قََلْبِيْ نُوْرًا وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا وَفِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا. اَللّهُمَّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ. وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَسَاوِسِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ. اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَايَلِجُ فِي الَّيْلِ وَمِنْ شَرِّ مَايَلِجُ فِي النَّهَارِ وَمِنْ شَرِّمَا تَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. سُبْحَانَ مَا عَبَدْنَاكَ حَقَّ عِبَادَتِكَ يَا اَللّهُ سُبْحَانَكَ مَا ذَكَرْنَاكَ حَقَّ ذِكْرِكَ يَااَللّهُ

Artinya: ’’Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah, Tuhanku, aku mohon pada-Mu dari kebaikan yang Engkau tahu dan berlindung pada-Mu dari kejahatan yang Engkau tahu, dan aku mohon ampun pada-Mu dari segala kesalahan yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang gaib.

Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Raja yang sebenar-benarnya. Muhammad utusan Allah yang selalu menepati janji lagi tepercaya. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah menunjuki aku memilih Islam, maka aku mohon pada-Mu untuk tidak mencabutnya, sehingga aku meninggal dalam keadaan muslim. Ya Allah, berilah cahaya terang dalam hati, telinga, dan penglihatanku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkan bagiku segala urusan. Dan aku berlindung pada-Mu dari godaan bisikan hati, kekacauan urusan, dan fitnah kubur.

Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kejahatan yang tersembunyi di waktu malam dan siang hari, serta kejahatan yang dibawa angin lalu, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih. Ya Allah, Maha Suci Engkau, kami tidak bisa menyembah-Mu dengan pengabdian yang semestinya. Ya Allah, Maha Suci Engkau, kami tidak bisa menyebut-Mu (dzikir) dengan semestinya.’’

Doa yang dibaca saat di antara dua pilar atau lampu hijau:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرّْمْ وَتَجَاوَجْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالَانَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللّهُ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

 

Artinya:’’Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah, dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau ya Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah.’’

Dan ketika mendekati Bukit Safa membaca:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِاللّهِ. فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلَاجُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللّهَ شَاكِرٌعَلِيْمٌ

 

Artinya: ’’Sesungguhnya Safa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau pun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui.’’

Doa sesudah Tawaf

Perjalanan kelima dari Safa ke Marwah

Berikut doa yang dibaca ketika perjalanan kelima dari Safa ke Marwah:

اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ. سُبْحَانَ مَا شَكَرْنَاكَ حَقَّ شُكْرِكَ يَااَللّهُ سُبْحَانَكَ مَا أَعْلى شَأْنُكَ يَااللّهُ. اَللّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ

Artinya:’’Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya untuk Allah. Maha Suci Engkau, kami tidak mensyukuri-Mu dengan syukur yang semestinya. Ya Allah, Maha Suci Engkau. Alangkah Agung Zat-Mu ya Allah. Ya Allah, cintakanlah kami pada iman dan hiaskanlah di hati kami, tanamkanlah kebencian di hati kami pada perbuatan kufur, fasik, dan durhaka. Jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk.’’

Doa yang dibaca saat di antara dua pilar atau lampu hijau:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرّْمْ وَتَجَاوَجْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالَانَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللّهُ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

 

Artinya:’’Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah, dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau ya Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah.’’

Dan ketika mendekati Bukit Marwah membaca:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِاللّهِ. فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلَاجُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللّهَ شَاكِرٌعَلِيْمٌ

 

Artinya: ’’Sesungguhnya Safa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau pun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui.’’

Doa saat Hendak Mendaki Bukit Safa sebelum Mulai Sai

Perjalanan keenam dari Marwah ke Safa

Berikut doa yang dibaca ketika perjalanan keenam dari Marwah ke Safa:

اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ. لَاإِلهَ إِلَّااللّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابُ وَحْدَهُ لَاإِلهَ إِلَّااللّهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.اَللّهُمَّ إِنِّيْ أسئَلُكَ الْهُدى وَالتُّقى وَالعَفَافَ وَالْغِنى. اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِيْ تَقُوْلُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُوْلُ. اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. وَمَايُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْفِعْلٍ أَوْعَمَلٍ. اَللّهُمَّ بِنُوْرِكَ اهْتَدَيْنَا وَبِفَضْلِكَ اسْتَغْنَيْنَا وَفِيْ كَنَفِكَ وَإنْعَامِكَ وَعَطَائِكَ وَاِحْسَانِكَ أَصْبَحْنَا وَأَمْسَيْنَا أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَاقَبْلَكَ شَيْئٌ وأَنْتَ الْأخِرُ فَلَا بَعْدَكَ شَيْئٌ وَالظَّاهِرُ فَلَا شَيْئَ فَوْقَكَ وَالْبَاطِنُ فَلَا شَيْئَ دُوْنَكَ نَعُوْذُبِكَ مِنَ الْفَشَلِ وَالكَسَلِ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الغِنى وَنَسْئَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

Artinya:’’Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya untuk Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Dan kami tidak menyembah selain Dia dengan memurnikan kepatuhan kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir membenci. Ya Allah, aku memohon pada-Mu petunjuk, ketakwaan, pengendalian diri, dan kekayaan. Ya Allah, pada-Mulah segala puji seperti yang kami ucapkan dan bahkan lebih baik dari yang kami ucapkan. Ya Allah, aku mohon pada-Mu rida-Mu dan surga, aku berlindung pada-Mu dari murka-Mu dan siksa neraka dan apa pun yang dapat mendekatkan daku padanya (neraka), baik ucapan atau pun amal perbuatan. Ya Allah, hanya dengan nur cahaya-Mu kami ini mendapat petunjuk, dengan pemberian-Mu kami merasa cukup, dan dalam naungan-Mu, nikmat-Mu, anugerah-Mu, dan kebajikan-Mu jualah kami ini berada di waktu pagi dan petang. Engkaulah yang mula pertama, tidak ada sesuatu pun yang ada sebelum-Mu dan Engkau pulalah yang paling akhir dan tidak ada sesuatu pun yang ada di belakang (sesudah)-Mu. Engkau yang lahir (nyata), maka tidak ada sesuatu pun yang ada di atas Engkau. Engkau pulalah yang batin, maka tidak ada sesuatu pun di bawah-Mu. Kami berlindung pada-Mu dari pailit, malas, siksa kubur, dan fitnah kekayaan, serta kami mohon pada-Mu kemenangan memperoleh surga dan keselamatan dari api neraka.’’

Doa yang dibaca saat di antara dua pilar atau lampu hijau:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرّْمْ وَتَجَاوَجْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالَانَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللّهُ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

 

Artinya:’’Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah, dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau ya Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah.’’

Dan ketika mendekati Bukit Safa membaca:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِاللّهِ. فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلَاجُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللّهَ شَاكِرٌعَلِيْمٌ

 

Artinya: ’’Sesungguhnya Safa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau pun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui.’’

Doa di Atas Bukit Safa ketika Menghadap Kakbah

Perjalanan ketujuh dari Safa ke Marwah

Berikut doa yang dibaca ketika perjalanan ketujuh dari Safa ke Marwah:

اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا. اَللّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ الْإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قَلْبِيْ وَكَرِّهْ إِلَيَّ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الرَّاشِدِيْنَ

Artinya: ’’Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah dengan pujian yang tak terhingga. Ya Allah, cintakanlah aku kepada iman dan hiaskanlah ia di kalbuku. Tanamkanlah kebencian padaku perbuatan kufur, fasiq, dan durhaka. Dan jadikanlah pula aku dari golongan orang yang mendapat petunjuk.’’

Doa yang dibaca saat di antara dua pilar atau lampu hijau:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرّْمْ وَتَجَاوَجْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالَانَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللّهُ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

 

Artinya:’’Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah, dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau ya Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah.’’

Dan ketika mendekati Bukit Marwah membaca:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِاللّهِ. فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلَاجُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللّهَ شَاكِرٌعَلِيْمٌ

 

Artinya: ’’Sesungguhnya Safa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau pun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui.’’

 

*Dikutip dari Buku Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Jakarta, 1437 H/2016

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.