Hingga 5 Mei, 10 Jamaah Indonesia Meninggal di Tanah Suci

oleh -92 Dilihat
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Suci Annisa. (Foto: Kemenhaj)
banner 468x60

hajidanumrah.id– Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Suci Annisa mengatakan, pada 5 Mei 2026, satu jamaah atas nama Aen Soleh Salimar, kloter JKS 05 asal Kabupaten Bogor, wafat. ’’Dengan demikian, total jamaah wafat hingga saat ini berjumlah 10 orang,’’ ujarnya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Niat Umrah dan Haji

banner 336x280

Dia juga menyampaikan, memasuki hari ke-16 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi, hingga 5 Mei 2026, sebanyak 250 kelompok terbang (kloter) dengan 97.139 jamaah dan 996 petugas telah diberangkatkan dari Tanah Air.

’’Seluruh proses pergerakan jamaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas. Kami memastikan setiap jamaah mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan tertib sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” katanya, seperti dilansir laman resmi Kemenhaj.

Selain itu, lanjutnya, hingga kini, sebanyak 29.497 jamaah telah memperoleh tasreh (izin) masuk Raudhah, dengan tambahan 341 izin terbit pada 5 Mei 2026.

Asrama Haji Banten Siap Sambut 9.124 Jamaah yang Akan ke Tanah Suci

Sementara itu, Pelaksana Bimbingan Ibadah (Bimbad) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah Abdul Aziz Siswanto mengatakan, keinginan untuk beribadah langsung di Masjidilharam merupakan hal yang wajar. Namun, dia mengingatkan jamaah tidak memaksakan diri untuk selalu beribadah di Masjidilharam jika kondisi fisik tidak memungkinkan.

’’Setiap umat Islam wajib menjunjung tinggi prinsip hifdzun nafs atau menjaga jiwa, sebelum melakukan berbagai aktivitas,’’ ujarnya seusai Visitasi, Konsultasi, dan Edukasi (Visduk) di salah satu hotel kawasan Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (5/5/2026).

Doa Keluar Rumah Menuju Embarkasi

Jamaah yang dalam kondisi sehat, lanjutnya, hendaknya tidak mendorong jamaah lain mengikuti aktivitas ibadah yang sama, terutama jika berpotensi membahayakan. ‘’Untuk memitigasi risiko, jamaah dalam kondisi tertentu, seperti lanjut usia (lansia), disabilitas, dan jamaah dengan riwayat penyakit, diimbau bisa mengoptimalkan ibadah di masjid yang tersedia di hotel masing-masing,’’ terangnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.