Imbau Jamaah Indonesia Tidak Melontar Jumrah pada Waktu Larangan

oleh -112 Dilihat
LAYANAN: Sejumlah jamaah haji Indonesia naik mobil golf di Mina. (Foto: Kemenhaj)
banner 468x60

hajidanumrah.id-Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaff menyampaikan, Kemenhaj mengimbau seluruh jamaah haji Indonesia disiplin mengikuti jadwal melontar jumrah yang telah ditetapkan. Selain itu, tidak bergerak menuju Jamarat di luar waktu yang diatur. ’’Keselamatan jamaah menjadi prioritas utama. Kami mengimbau seluruh jamaah untuk tidak melontar pada waktu larangan, khususnya pukul 10.00 sampai 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS),” ujar Maria di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Jamaah, lanjutnya, diminta tidak terburu-buru, tidak berangkat sendiri, dan selalu bergerak bersama rombongan serta mengikuti arahan petugas. Pada Hari Tasyrik kedua, 12 Dzulhijjah, bertepatan 29 Mei 2026, melaksanakan lontar tiga jumrah. Yakni ula, wustha, dan aqabah.

banner 336x280

Khutbah Wukuf di Arafah, Ingatkan Jamaah soal Kesetaraan Manusia

’’12 Dzulhijjah, jadwal lontar jumrah bagi jamaah Indonesia dibagi dalam dua sesi. Pukul 05.00 sampai 10.30 WAS dan pukul 18.00 sampai 24.00 WAS. Waktu larangan melontar berlaku pukul 11.00 sampai 14.00 WAS. Pada rentang waktu tersebut, jamaah diminta tetap berada di tenda masing-masing guna menjaga kondisi fisik dan menghindari paparan cuaca panas serta kepadatan di kawasan Jamarat,’’ terangnya, dilansir laman resmi Kemenhaj.

Pada kesempatan itu, Maria juga mengimbau jamaah yang mengambil Nafar Awal agar segera menuntaskan rangkaian lontar jumrah sesuai jadwal. Lalu kembali ke tenda masing-masing di Mina. Mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WAS, jamaah Nafar Awal diberangkatkan secara bertahap dan bergelombang menuju Makkah menggunakan bus yang telah disiapkan petugas.’’Pengaturan bertahap ini penting agar pergerakan menuju Makkah berlangsung aman, nyaman, dan tidak menimbulkan kepadatan,’’ jelasnya.

Doa saat Tiba di Mina

Dia juga menuturkan, Kemenhaj menyiagakan 1.356 petugas dari Satuan Tugas (Satgas) Mina di sejumlah titik pantau dan jalur pergerakan jamaah. Petugas ditempatkan antara lain di Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, serta sejumlah pos pengarah menuju Jamarat dan pos pemantauan arus kepulangan jamaah.

Kemenhaj melalui Satgas Operasional Armuzna juga mengerahkan 19 unit mobil golf di kawasan Mina. Armada ini disiapkan untuk membantu jamaah yang mengalami kelelahan, lanjut usia, disabilitas, yang terpisah dari rombongan, maupun yang kehilangan arah setelah melaksanakan lontar jumrah.

Doa setelah Melontar Tiga Jamrah

Kemenhaj juga menempatkan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, Mina. MCR merupakan tim khusus dan posko layanan kedaruratan yang disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama, membantu evakuasi darurat, serta mengurai kepadatan jemaah pada fase puncak ibadah haji.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.