Pastikan Jamaah Indonesia Tempati Tenda, Satgas Tinjau Arafah

oleh -99 Dilihat
Satgas saat melakukan peninjauan lapangan ke wilayah Arafah, Arab Saudi, Ahad (3/5/2026). (Foto: Kemenhaj)
banner 468x60

hajidanumrah.id-Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Satuan Tugas (Satgas) Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) Surnadi mengatakan, fokusnya saat ini adalah memastikan posisi-posisi atau kedudukan-kedudukan markas, rute murur, dan sistem evakuasi di 10 Sektor Adhoc.’’Jangan sampai ada yang terlewat,” ujar Surnadi didampingi Satgas Arafah saat melakukan peninjauan ke wilayah Arafah, Arab Saudi, Ahad (3/5/2026).

Dijelaskan, dari hasil peninjauan, satgas mencatat beberapa posisi atau kedudukan yang perlu dikoordinasikan dengan syarikah dan perlu ditinjau ulang. Pihaknya juga memastikan kesiapan petugas murur dan jalur bus taraddudi untuk pergerakan jamaah pada 9 Dzulhijjah.

banner 336x280

Satgas Arafah, lanjutnya,  dengan kekuatan 586 orang akan mulai menempati pos pada 7 Dzulhijjah pukul 15.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Setiap Sektor Adhoc akan bertugas melayani akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan jamaah. “Ini bukan sekadar peninjauan, tapi ini keharusan kami dalam meyakinkan dan memastikan jamaah Indonesia dapat menempati tenda-tenda, sehingga jamaah dapat melaksanakan wukuf dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” katanya seperti dilansir laman resmi Kemenhaj.

Di bagian lain, seorang calon jamaah haji Indonesia asal Embarkasi Kertajati Kelompok Terbang (Kloter) KJT-14, dilaporkan wafat, Ahad (3/5/2026). Kepala Daerah Kerja Bandara Abdul Basir menjelaskan, jamaah tersebut mengalami penurunan kesadaran saat menjalani proses imigrasi di bandara setempat. Petugas kemudian segera melakukan penanganan awal dan merujuk ke klinik bandara untuk mendapatkan pemeriksaan medis. ’’Jamaah berinisial SMP, usia 73 tahun, dari Embarkasi Kertajati KJT-14, sempat turun kesadarannya saat proses imigrasi di bandara,” ujar Basir di Madinah.

Setelah mendapat penanganan di klinik bandara, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk mendapatkan perawatan lanjutan. “Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, jamaah tersebut wafat,” jelasnya.

Almarhum telah dimakamkan di Baqi Madinah. Dan, lanjutnya, bagi jamaah yang wafat sebelum sempat menyelesaikan rangkaian ibadah hajinya, pemerintah akan memfasilitasi pelaksanaan badal haji sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, memasuki hari ke-14 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan, berdasarkan data per Ahad (3/5/2026), sebanyak 211 kelompok terbang (kloter) dengan 81.992 jamaah dan 841 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 199 kloter dengan 77.269 jamaah dan 793 petugas telah tiba di Madinah.

Pergerakan jamaah dari Madinah ke Makkah berlangsung bertahap, dengan 52 kloter berjumlah 20.689 jamaah dan 212 petugas telah tiba di Makkah. ’’Alhamdulillah, hingga hari ke-14 operasional, seluruh proses pemberangkatan dan pergerakan jamaah berjalan lancar dan terkendali. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan petugas di seluruh titik layanan, baik di embarkasi, Madinah, maupun dalam perjalanan menuju Makkah,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.