Sambut Kedatangan Jamaah Gelombang II, Layanan Kesehatan di Madinah Diminta Meningkatkan Kesiapsiagaan

oleh -107 Dilihat
MENINJAU: Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah) di KKHI Madinah, Jumat (5/6/2026). (Foto: Kemenhaj)
banner 468x60

hajidanumrah.id-Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta layanan kesehatan haji di Madinah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kedatangan jamaah haji Indonesia gelombang kedua. ’’Jamaah gelombang kedua perlu mendapatkan perhatian khusus karena mereka tiba di Madinah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Makkah dan Armuzna (Arafah, Mina, dan Muzdalifah). Kondisi tersebut berpotensi membuat jamaah mengalami kelelahan fisik yang cukup tinggi. Mereka pasti sudah capek di sana, sudah berat,” ujarnya saat meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Arab Saudi, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, petugas kesehatan haji harus aktif melakukan pemantauan, tidak hanya menunggu jamaah datang ke layanan kesehatan. ’’Petugas KKHI Madinah dan tim kesehatan di sektor hendaknya memperkuat koordinasi agar kondisi jamaah dapat terpantau sejak awal. Harus standby dan harus aktif. Selain layanan di sini, tim visitasi ke sektor juga harus berjalan,” katanya, dilansir lama resmi Kemenhaj.

banner 336x280

 

Pelayanan di Mina dan Penguatan Istitha’ah Kesehatan Jadi Perhatian ke Depan

Dalam kunjungan tersebut, dia juga meninjau kesiapan layanan, ketersediaan obat, serta dukungan distribusi kebutuhan kesehatan untuk sektor-sektor di Madinah. Layanan kesehatan harus hadir cepat, responsif, dan menjangkau jamaah, terutama lanjut usia (lansia) dan jamaah dengan risiko kesehatan. “Pastikan kebutuhan layanan di sini siap, termasuk obat-obatan dan distribusi ke sektor. Jamaah harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan baik,” tuturnya.

Pada Sabtu (6/6/2026), Dahnil juga meninjau sejumlah hotel di Madinah yang akan ditempati jamaah haji Indonesia gelombang kedua. Sebanyak 16.904 jamaah haji reguler Indonesia akan menempati hotel berbintang empat dan lima yang berlokasi dekat dengan Masjid Nabawi. Menurutnya, peningkatan kualitas akomodasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Hotel-hotel dengan akses terdekat ke Masjid Nabawi akan diprioritaskan bagi jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jamaah berkebutuhan khusus. “Kita ingin memastikan kelompok rentan mendapatkan kemudahan akses beribadah serta kenyamanan selama berada di Madinah,” ujarnya.

Selain akomodasi, pemerintah juga menyiapkan layanan pendukung ibadah seperti menfasilitasi kunjungan ke Raudhah, pelaksanaan Arbain, serta ziarah ke sejumlah situs bersejarah di Madinah.”Raudhah difasilitasi oleh Daerah Kerja Madinah. Begitu juga ziarah ke Masjid Quba, Jabal Uhud, dan lokasi bersejarah lainnya. Semua disiapkan untuk memberikan kemudahan kepada jamaah,” jelasnya.

Dari Arafah ke Muzdalifah Lanjut Mina, Ini Kata Kemenhaj

Terpisah, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan seluruh petugas haji tetap menjaga kualitas pelayanan hingga seluruh jamaah kembali ke Indonesia. Menurutnya, berakhirnya puncak ibadah haji bukan berarti berakhirnya tugas pelayanan kepada jamaah. “Haji belum selesai. Saya meminta seluruh petugas tetap menjaga kualitas pelayanan hingga jamaah terakhir tiba kembali di tanah air pada 1 Juli mendatang,” katanya di Arab Saudi, Sabtu (6/6/2026).

Dalam evaluasi sementara penyelenggaraan haji tahun ini, dia mencatat dua aspek yang masih memerlukan perhatian, yakni layanan di Mina dan kesehatan jamaah. Menurutnya, kompleksitas layanan di Mina lebih tinggi dibandingkan Arafah karena jamaah berada lebih lama di lokasi tersebut sehingga potensi permasalahan juga lebih besar.

Kloter JKG-01 Tiba di Tanah Air

Pemerintah, lanjutnya, juga tengah mengevaluasi model layanan kesehatan haji, termasuk keberadaan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Evaluasi dilakukan seiring perubahan regulasi Arab Saudi yang tidak lagi memperkenankan KKHI memberikan layanan rawat inap. “Kita sedang mengkaji model layanan yang paling efektif sesuai regulasi terbaru. Salah satu opsi yang dibahas adalah memperkuat klinik satelit dan mempercepat sistem rujukan ke rumah sakit Saudi,” terangnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.