hajidanumrah.id-Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) M Irfan Yusuf mengatakan, evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tidak boleh berhenti pada laporan keberhasilan dan capaian angka semata. ’’Setiap temuan harus menjadi dasar perbaikan sistem untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jamaah pada musim haji berikutnya. Evaluasi adalah muhasabah. Setiap kendala harus dipetakan penyebabnya, siapa yang bertanggung jawab, apa dampaknya, dan bagaimana langkah perbaikannya. Semua temuan harus ditindaklanjuti dengan target yang jelas agar pelayanan kepada jamaah terus meningkat,’’ ujarnya saat memberikan arahan pada Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Bali 1447 H/2026 M di Badung, Bali, Kamis (23/7/2026).
Dia meminta seluruh pekerjaan rumah setelah haji dituntaskan. Seperti evaluasi layanan terhadap 680 jamaah Bali yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) SUB-70 dan SUB-71, penanganan jamaah lanjut usia, berisiko tinggi, layanan kedaruratan, komunikasi petugas, dan penyelesaian pengaduan. Evaluasi juga diminta mencermati penanganan dua jamaah asal Bali yang wafat setelah wukuf di Makkah sebagai bahan pembelajaran untuk memperkuat mitigasi risiko.
Penyelenggaraan Haji Tak Hanya Diukur dari Keberhasilan Operasional
Irfan juga menekankan pentingnya memperketat pelaksanaan istitha’ah kesehatan dan memperkuat manasik haji. Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan lebih dini, disertai pendampingan bagi jemaah yang belum memenuhi syarat istitha’ah. Materi manasik harus semakin membekali jemaah agar mampu beribadah secara mandiri, aman, dan tertib.
Dia juga meminta penertiban data jamaah dilakukan secara ketat untuk menutup celah manipulasi, perpindahan kloter, maupun pendampingan yang tidak sesuai ketentuan. Pengawasan terhadap haji nonprosedural dan edukasi pencegahan penipuan umrah terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Setiap temuan harus berujung pada perbaikan sistem. Setiap petugas harus bekerja dengan integritas. Setiap kebijakan harus menempatkan keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan jemaah sebagai prioritas,” terangnya, seperti dalam siaran pers.










