Bergerak Bertahap ke Arafah, Berharap Jamaah Jaga Jamaah

oleh -68 Dilihat
BERGERAK: Sejumlah jamaah dari Indonesia. (Foto: Kemenhaj)
banner 468x60

hajidanumrah.id-Ketua Komisi Nasional (Komnas) Haji Mustolih Siradj mengatakan, pergerakan puncak haji menuju Arafah, Mina dan Muzdalifah (Armuzna) dimulai. Pada Senin 8 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan 25 Mei 2026, jamaah Indonesia mulai dimobilisasi secara bertahap dari hotel-hotel di Makkah.’’Menuju Arafah untuk melakukan wukuf pada Selasa, 9 Dzulhijjah 1447 H bertepatan 26 Mei 2026 M. Bergabung dengan kurang lebih 1,6 juta jamaah dari berbagai penjuru dunia,’’ ujarnya di Makkah, Arab Saudi, Senin (25/5/2026).

Perjalanan berikutnya, lanjutnya, jamaah akan bergeser untuk melakukan mabit (bermalam) di Muzdalifah. Selanjutnya, mengarah ke Mina melakukan lontar jumrah di Jamarat dalam rentang 10-12 Dzulhijjah. ’’Juga bergerak untuk melakukan tawaf ifadah, sai dan tahallul,’’ imbuhnya, seperti dalam rilis yang dikirim.

banner 336x280

Fase Armuzna, Jamaah Memperoleh 15 Porsi Makanan

Menurutnya, dengan agenda yang begitu padat, jarak pergerakan yang begitu panjang serta simultan, akan sangat menguras tenaga dan stamina. ’’Kondisi ini juga bisa menyebabkan jamaah terpisah dari rombongan. Belum lagi cuaca panas yang diperkirakan akan mendekati 50 derajat celsius menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan solidaritas di kalangan jamaah agar tetap solid dan kompak, saling bahu membahu membantu dengan semangat jamaah jaga jamaah,’’ terangnya.

Dengan begitu, dia berharap, bisa diminimalisasi jamaah tersesat atau hilang. ’’Pada titik ini peran ketua rombongan dan ketua regu menjadi sangat sentral dan vital. Komnas Haji optimistis, puncak haji di Armuzna tahun ini akan berjalan sukses dan lancar,’’ terangnya.

Doa Wukuf

Terpisah, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaff mengatakan, pergerakan jamaah dari hotel menuju Arafah dimulai pada 8 Dzulhijjah dilakukan secara bertahap dalam tiga trip. Pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 Waktu Arab Saudi (WAS). ’’Kami mengimbau seluruh jamaah mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Maria di Jakarta, Ahad (24/5/2026).

Dia menjelaskan, fase Armuzna adalah tahapan paling penting dan paling padat. Karena itu, seluruh layanan harus benar-benar siap agar jamaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk. ’’Bawalah barang yang benar-benar dibutuhkan. Seperti dokumen identitas, kartu jamaah, gelang identitas, obat pribadi, botol minum, dan perlengkapan ibadah,” terangnya, dilansir laman resmi Kemenhaj.

Doa Melihat Jabal Rahmah

Maria juga mengajak jamaah dan petugas untuk saling peduli, terutama kepada yang lanjut usia (lansia), disabilitas, perempuan, dan jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.