hajidanumrah.id-Ketua Komisi Nasional (Komnas) Haji Mustolih Siradj mengatakan, puncak haji 2026 M/ 1447 H tinggal menghitung hari. Tepatnya bertepatan 25 Mei 2026. Jamaah seluruh dunia yang diperkirakan berjumlah 1,6 juta orang akan bergerak menuju Arafah. Lalu Muzdalifah dan Mina.’’Tiga tempat utama prosesi ibadah yang disebut Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) dalam rentang waktu 8-13 Dzulhijjah,’’ ujarnya di Makkah, Arab Saudi.
Dijelaskan, secara berurutan, jamaah akan bergerak menuju Arafah untuk wukuf. Lalu bergerak ke Muzdalifah untuk mabit dan melempar jumrah selama ke Jamarat di Mina.’’Berdasarkan pengalaman faktual 2023 dan 2025, pergeseran jamaah haji Indonesia kerap kali mengalami kendala manakala harus bergeser dari Muzdalifah ke Mina. Sehingga tidak sesuai jadwal yang menimbulkan kepanikan, jamaah karena harus berkejaran dengan waktu melaksanakan tahapan ibadah berikutnya dan bayang-bayang cuaca yang ekstrem,’’ terangnya seperti dalam rilis yang dikirim, Jumat (22/5/2026).
Lagi, Komnas Haji Buka Saluran Pengaduan Penyelenggaraan Haji 1447 H
Sejumlah jamaah, lanjutnya, ada yang harus berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina sehingga fisik dan energi terkuras.’’Sebab, bus-bus yang seharusnya mengangkut terjebak kemacetan luar biasa tidak bisa masuk area Muzdalifah. Akhirnya berjalan kaki menuju Mina. Sesampainya di Mina, jamaah harus melakukan ibadah lanjutan berupa melempar jumrah ke Jamarat di Mina dan seterusnya,’’ terangnya.
Oleh karena itu, dia berharap, Muzdalifah dikelola dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan perhatian khusus. ’’Koordinasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dengan syarikah penyedia layanan transportasi harus lebih intensif untuk memastikan tidak ada kendala keterlambatan transportasi. Harus cermat, cepat, dan akurat membaca situasi yang cepat berubah atas kebijakan otoritas Arab Saudi yang bisa berubah,’’ jelasnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan dan komunikasi antarpetugas juga harus diperkuat, karena menjadi kunci mengelola pergerakan jamaah. ’’Bagi jamaah, jangan sampai terpisah dari rombongannya. Tetap mengikuti arahan dari petugas, pimpinan rombongan maupun regu. Pada titik ini, jamaah lansia (lanjut usia), berisiko tinggi (risti) dan kalangan perempuan harus mendapat prioritas pelayanan di Armuzna,’’ katanya.
Fase Armuzna, Jamaah Memperoleh 15 Porsi Makanan
Jika situasi di Muzdalifah bisa terkendali dan dikelola dengan baik, imbuhnya, biasanya pergerakan di Mina juga relatif bisa tertangani. ’’Komnas Haji turut berdoa semoga agenda haji di Armuzna berjalan sesuai rencana, lancar, dan sukses,’’ pungkasnya.











