Fase Armuzna, Jamaah Memperoleh 15 Porsi Makanan

oleh -90 Dilihat
ILUSTRASI: Layanan konsumsi untuk jamaah Indonesia di Makkah pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H. (Foto: Kemnhaj)
banner 468x60

hajidanumrah.id-Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan,  hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jamaah berjalan baik. ’’Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jamaah,’’ ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Maria menjelaskan, fase Armuzna merupakan periode yang sangat padat dan membutuhkan kesiapan layanan yang cepat, aman, dan terukur, termasuk dalam penyediaan makanan bagi jamaah. “Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik,” terangnya, dilansir laman resmi Kemenhaj.

banner 336x280

PPIH Gelombang Pertama Diberangkatkan, Tantangan Terbesar di Armuzna

Pemerintah, lanjutnya, menyiapkan skema katering ready to eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi jelang, selama, hingga setelah puncak haji. Skema ini dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi bagi jamaah, daya tahan makanan di tengah mobilitas tinggi, serta pemenuhan standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. ’’Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa Nusantara agar lebih sesuai dengan selera jamaah Indonesia,” ucapnya.

Selama fase Armuzna, jamaah akan memperoleh total 15 porsi makanan dengan cita rasa Nusantara yang disediakan oleh pihak syarikah. Selain itu, disiapkan enam porsi makanan pada fase sebelum Armuzna pada 7 dan 8 Dzulhijjah, serta  setelah Armuzna pada 13 Dzulhijjah. Ini bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Semua Jamaah Indonesia dari Madinah telah Tiba di Makkah

Pada kesempatan itu, dia juga mengatakan, sebanyak 464 kelompok terbang (kloter) dengan 179.463 jamaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Sedangkan sebanyak 455 kloter dengan 175.682 jamaah dan 1.820 petugas telah tiba di Makkah.

Adapun kedatangan calon jamaah haji gelombang kedua melalui Bandara King Abdulaziz International Airport, Jeddah, telah tiba 190 kloter dengan 72.904 jamaah dan 759 petugas. Selain itu, sebanyak 12.180 calon jamaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.

Terpisah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina untuk mengoptimalkan layanan pelindungan serta pembinaan bagi jamaah, khususnya lansia dan sakit, saat puncak haji. Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi Harun Arrasyid Usman menyampaikan, tim diberangkatkan pada 8 Dzulhijjah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. ’’Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah haji tiba,” ujar Harun usai mengecek jalur pergerakan dari Mina menuju Jamarat, Ahad (17/5/2026).

Lagi, Komnas Haji Buka Saluran Pengaduan Penyelenggaraan Haji 1447 H

Tugas pokok Timsus Mina, lanjutnya, meliputi pengawasan, penyambutan, serta pemantauan pergerakan jamaah haji yang baru tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqabah. Selain itu, bersiap menyambut jamaah yang mengambil skema murur atau melintas dari Arafah. Fase kedatangan di Mina merupakan waktu krusial karena berpotensi memicu kepadatan dan kelelahan fisik yang tinggi.

Terkait pemetaan wilayah maktab, imbuhnya, sebagian besar jamaah Indonesia menempati wilayah Zona 3 dan Zona 5 di dekat Terowongan Muaisim. Mereka terbagi ke dalam 61 markas. Mulai maktab kecil di wilayah bawah hingga maktab besar di wilayah atas.

Sedangkan untuk skema tanazul atau langsung pulang ke hotel setelah melempar Jumrah Aqabah, akan ditempatkan di Zona 5. Saat ini masih dalam tahap perumusan final sebelum diumumkan secara serentak.”Bagi jamaah yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim,’’ tuturnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.